jenis ular di indonesia
jenis ular di indonesia Ular adalah jenis reptil yang tidak mempunyai kaki dan bertubuh panjang. Ular ini memiliki sisik dan digolon...
jenis ular di indonesia
Ular adalah jenis reptil yang tidak mempunyai
kaki dan bertubuh panjang. Ular ini memiliki sisik dan digolongkan ke
dalam reptil bersisik. Ular merupakan salah satu reptil yang paling
sukses di dunia dan banyak yang berminat untuk memelihara ular tersebut
karena memang ular juga termasuk salah satu hewan peliharaan yang cukup
menarik perhatian para pecinta hewan peliharaan.
Di dunia banyak sekali jenis – jenis ular, ada ular yang berbisa dan
mematikan, dan ada juga ular yang tidak berbisa, dan di tinjau dari
kehidupannyapun berbeda – beda, seperti ular – ular yang ada di
perairan, mereka selalu memangsa ikan, kodok, berudu dan hewan lainnya
yang ada di air. Ada juga hewan yang selalu berada di pepohonan mereka
selalu memangsa burung dan hewan lainnya yang hidup di pepohonan juga
daratan.
Dan berikut ini akan kami sajikan informasi tentang 16 Jenis Ular Yang Ada Di Indonesia :
1. Ular Sanca Kembang

Ular sanca kembang ini adalah sejenis ular yang tidak berbisa dan
mempunyai ukuran tubuh yang besar. Ukuran terbesar dari ular ini
dikatakan dapat melebihi 10 meter.
2. Ular Kawat
Ular ini merupakan sejenis ular yang terkecil di dunia. Nama ilmiahnya
sering di kenal dengan sebutan Ramphotyphlops braminus (daudin, 1803).
Nama dalam bahasa lain adalah common blindsnake, Brahminy blindsnake,
flowerpot snake, bootlace snake (Eng.); ular kawat, ular cacing (Ind.),
ular duwel.
3. Ular Kepala Dua

Ular ini sejenis ular primitive yang tidak berbisa. Kenama dinamai
demikian? Karena perilaku hewan ini apabila sedang terganggu, ular ini
selalu menegakan ekornya seolah – olah di situlah letak kepalanya.
4. Ular Pelangi

Ular pelangi adalah sejenis ular yang termasuk anggota suku
xenopeltidae. Kenapa ular ini diberi nama demikian Karen lapisan pada
sisiknya membiaskan warna-warni pelangi dari cahaya matahari. Dalam
bahasa Inggris disebut dengan nama sunbeam snake atau iridescent earth
snake.
5. Ular Siput

Dalam bahasa Inggris ular ini dikenal sebagai keeled slug-snake atau
keeled slug-eating snake, dan ular siput ini adalah sejenis ular kecil
anggota suku colubridae.
6.King Cobra
King Cobra (Ophiopagus Hannah) memiliki ukuran 2 – 5,5 meter saat dewasa. Habitat asli hewan ini adalah dataran rendah, hutan tropis dan padang rumput hingga ketinggian 1800 meter dpl. Anda bisa menemukan ular jenis ini di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan.
Ular ini memiliki racun jenis Postsynaptic Neurotoxins. Jika tergigit, korbannya akan mengalami mual, muntah, sakit kepala, pendarahan, pusing atau vertigo, pingsan, hingga kehilangan nyawa.
7.Cobra Jawa
Cobra Jawa (Naja sputatrix) memiliki ukuran 1,3 – 1,85 meter saat dewasa. Habitat asli hewan ini adalah sawah, padang rumput terbukan, sungai dan hutan tropis. Sesuai dengan namanya, Anda hanya bisa menemukan ular jenis ini di pulau Jawa.
Ular ini memiliki jenis racun yang sama dengan King Cobra, yaitu Postsynaptic neurotoxins. Jika tergigit, korbannya akan mengalami memar, sakti, bengkak, necrosis dan pembusukan.
8.Weling
Weling (Bungarus Candidus) memiliki ukuran 0,8 – 1,6 meter saat dewasa. Habitat asli hewan ini adalah sawah, dataran rendah dan perbukitan hingga ketinggian 1600 meter dpl. Anda bisa menemukan ular jenis ini di pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Bali.
Ular ini memiliki jenis racun Neurotoxin. Jika tergigit, korbannya akan mengalami mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, vertigo atau pusing, pendarahan dan pingsan.
9.Welang
Welang (Bungarus Fasciatus) memiliki ukuran 1,1 – 2,13 meter saat dewasa. Habitat asli hewan ini adala persawahan, sekitar pemukiman penduduk, hutan bakau atau perkebunan karet. Anda bisa menemukan ular jenis ini pada pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.
Ular ini memiliki jenis racun Neurotoxin. Jika tergigit, korbannya akan mengalami mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, vertigo, pingsan, pendarahan, bahkan lumpuh.
10.Elaphe radiata
Species : Elaphe radiata Schlegel, 1837
N.I. : Copperhead Racer, Striped Racer, Ular Trawang, Ular Lanang Sapi (Jawa), Ular Tikus.
a. Ciri-ciri :
– Tubuh bagian dorsal berwarna kekuningan, dengan empat garis longitudinal berwarna hitam pada bagian tubuh depan
– Tubuh bagian depan belakang berwarna kuning
– Tubuh bagian ventral berwarna kuning
– Terdapat garis hitam dari mata dan melintang pada bagian belakang kepala
– Panjangnya ± 2000 mm
– Pada saat marah atau merasa terancam akan melipat bagian depan tubuhnya yang memipih seperti huruf S, lalu membuka mulutnya untuk menyerang
b. Habitat : Darat, lading
c. Aktivitas : Diurnal, siang hari
d. Tipe gigi : Aglypha
e. Makanan : Burung dan Tikus
f. Populasi : Sumatera, Jawa, Kalimantan
11.Elaphe flavolineata
Species : Elaphe flavolineata Schlegel, 1837
N.I. : Common Racer, Ular Kopi (Jawa), Ular puspo brele (Jawa).
a. Ciri-ciri :
– Tubuh bagian dorsal berwarna coklat atau keabu-abuan dengan tanda hitam persegi panjang yang belang dengan putih bagian depan
– Terdapat garis hitam longitudinal pada bagian vertebral (tulang belakang)
– Tubuh bagian belakang berwarna coklat gelap atau hitam
– Tubuh bagian ventral berwarna kuning, coklat atau kehitaman
– Panjangnya ± 2400 mm
– Pada saat marah atau merasa terancam akan melipat bagian depan tubuhnya yang memipih seperti huruf S, lalu membuka mulutnya untuk menyerang
b. Habitat : Darat -lading
c. Aktivitas : Diurnal – siang hari
d. Makanan : Kadal, katak dan burung
e. Populasi : Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Penang
12.Ptyas korros
Species : Ptyas korros Schlegel, 1837
N.I. : Indian Rat snake, Ular kayu (Jawa), ular koros, ular sayur
a. Ciri-ciri :
– Tubuh bagian atas (dorsal) berwarna coklat atau coklat kehijauan
– Sisik tubuh bagian belakang kuning dengan garis hitam disekeliling tiap sisiknya.
– Tubuh bagian bawah (ventral) berwarna kuning.
– Mata bulat, besar dan hitam.
– Pada yang muda terdapat garis-garis putuh pada bagian tubuh atas (dorsal).
– Panjangnya 300 mm – 1700 mm
b. Habitatnya : Semak-semak, kadang berjemur di atas pohon
c. Tipe gigi : Aghlypa
e. Aktivitas : Diurnal
f. Makanan : Tikus, kodok, katak dan burung
h. Populasi : Sumatera, Jawa, Kalimantan
13.Ptyas mucosus
Species : Ptyas mucosus
N.I. : Banded Rat Snake, Bandotan Macan, ular dumung macan (Jawa)
a. Ciri-ciri:
– Tubuh bagian dorsal berwarna coklat kekuningan atau kehijauan (olive)
– Terdapat garis-garis vertical hitam pada begian kepala (bibir) dan belakan
– Tubuh bagian ventral berwarna putih
– Mata bulat, besar,hitam
– Pada yang muda terdapat garis-garis terang pada bagian depan
– Panjang ± 50 mm – 2500 mm
b. Habitat : Darat (semak-semak), persawahan/lading
c. Aktivitas : Diurnal
d. Tipe gigi : Aghlypa
e. Makanan : Tikus, kodok, katak dan burung
f. Populasi : Sumatera, Jawa, Singapore, Malaysia, China Selatan, Siam,Burma,
14.Lycodon aulicus
Species : Lycodon aulicus Linne, 1754
N.I. : Common House Snake, Wolf Snake, Sowo Emprit (Jawa), ular rumah
a. Ciri-ciri :
– Tubuh berwarna abu abu degan banyak titik – tiktik putih diseluruh tubuh
– Tubuh bagian ventral berwarna putih
– Kepalanya oval dengan leher bergaris putih
– Mata bulat besar
– Panjangnya ± 500 mm – 750mm
b. Habitat : Darat, suka menempel di dinding rumah
c. Aktivitas : Noctural, malam hari
d. Tipe gigi : Aglypha
e. Makanan : Cicak
f. Populasi : Hampir ada di seluruh kepulauan
15.Xenopeltis unicolor
Species : Xenopeltis unicolor Reinwald, 1827
N.I. : Iridescent Earth Snake, Sunbeam Snake, Ular Pelangi, Ular wlingi (jawa)
a. Ciri-ciri :
– Tubuh bagian dorsal berwarna coklat atau kehitaman jika tubuhnya terkena sinar matahari akan memantulkan warna pelangi
– Tubuh bagian ventral berwarna putih
– Kepalanya pipih
– Mata bulat besar
– Panjangnya ± 700 mm – 1000 mm
b. Habitat : Darat, peliang (di dalam tanah)
c. Aktivitas : Noctural, malam hari
d. Tipe gigi : Aglypha
e. Makanan : Ular, cacing, katak, tikus
f. Populasi : Nias, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Penang
16.Gonyosoma oxycephala
Species : Gonyosoma oxycephala Boie,1827
N.I. : Red-tailed Racer, Dak Awu, Gadung Luwuk/Gadung Perak.
a. Ciri-ciri :
– Tubuh berwarna hijau dari kepala batas ekor, untuk yang perak dari leher hingga ujung ekor berwarna perak abu – abu
– Ekor berwarna abu – abu
– Kepala oval
– Mata horizontal, panjangnya ± 2500 mm
b. Habitat : Pepohonan, arboreal
c. Aktivitas : Diurnal, siang hari
d. Makanan : Katak, tikus, burung, telur
e. Populasi : Sumatera, Jawa, Kalimantan
17.Dendrelaphis pictus
Species : Dendrelaphis pictus
N.I. : Painted Bronzeback, Ular Tampar (Jawa), Ular Tali Picis, Ular Lidi
a. Ciri-ciri :
– Tubuh coklat dan ada 2 garis hitam memanjang dari kepala ke ekor
– Bagian bawah terdapat garis kunig memanjang hingga ekor
– Jika marah, muncul bintik putih di leher
– Lidah berwarna merah
– Kepala oval
– Mata horizontal, panjangnya ± 1000 mm
b. Habitat : Pepohonan, arboreal
c. Aktivitas : Diurnal, siang hari
d. Makanan : Katak, tikus, belalang, cicak, jangkrik
e. Populasi : Sumatera, Jawa, Kalimantan, sulawesi, papua
f. Type bisa : Jika menggigit manusia tidak berbahaya, tetapi racun nya sangat mematikan untuk sesama ular.
18.Xenocrophis piscator
Species : Xenocrophis piscator Schlegel, 1837
N.I. : Chequered Keelback, Bandotan Tutul dan Bandotan Tunggal (Jawa)
a. Ciri-ciri :
– Tubuh bagian dorsal berwarna kuning atau coklat kehijauan (olive) dengan tanda hitam berbentuk S berwarna hitam pada sepanjang tubuhnya atau garis-garis longitudinal
– Tubuh bagian ventral putih dan terdapat garis hitam pada tiap sisiknya
– Terdapat garis hitam pada bagian belakang mata
– Mata bulat besar
– Bila marah ular ini akna memipihkan tubuhnya ketanah
– Panjangnya ± 1100 mm – 1200 mm
b. Habitat : ½ perarian, dekat kolam, sungai, sawah
c. Aktivitas : Diurnal
d. Tipe gigi : Aglypha
e. Makanan : Katak dan ikan
f. Populasi : Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Penang
Sumber:King Cobra (Ophiopagus Hannah) memiliki ukuran 2 – 5,5 meter saat dewasa. Habitat asli hewan ini adalah dataran rendah, hutan tropis dan padang rumput hingga ketinggian 1800 meter dpl. Anda bisa menemukan ular jenis ini di pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi dan Kalimantan.
Ular ini memiliki racun jenis Postsynaptic Neurotoxins. Jika tergigit, korbannya akan mengalami mual, muntah, sakit kepala, pendarahan, pusing atau vertigo, pingsan, hingga kehilangan nyawa.
7.Cobra Jawa
Cobra Jawa (Naja sputatrix) memiliki ukuran 1,3 – 1,85 meter saat dewasa. Habitat asli hewan ini adalah sawah, padang rumput terbukan, sungai dan hutan tropis. Sesuai dengan namanya, Anda hanya bisa menemukan ular jenis ini di pulau Jawa.
Ular ini memiliki jenis racun yang sama dengan King Cobra, yaitu Postsynaptic neurotoxins. Jika tergigit, korbannya akan mengalami memar, sakti, bengkak, necrosis dan pembusukan.
8.Weling
Weling (Bungarus Candidus) memiliki ukuran 0,8 – 1,6 meter saat dewasa. Habitat asli hewan ini adalah sawah, dataran rendah dan perbukitan hingga ketinggian 1600 meter dpl. Anda bisa menemukan ular jenis ini di pulau Sumatera, Jawa, Sulawesi dan Bali.
Ular ini memiliki jenis racun Neurotoxin. Jika tergigit, korbannya akan mengalami mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, vertigo atau pusing, pendarahan dan pingsan.
9.Welang
Welang (Bungarus Fasciatus) memiliki ukuran 1,1 – 2,13 meter saat dewasa. Habitat asli hewan ini adala persawahan, sekitar pemukiman penduduk, hutan bakau atau perkebunan karet. Anda bisa menemukan ular jenis ini pada pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.
Ular ini memiliki jenis racun Neurotoxin. Jika tergigit, korbannya akan mengalami mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, vertigo, pingsan, pendarahan, bahkan lumpuh.
10.Elaphe radiata

N.I. : Copperhead Racer, Striped Racer, Ular Trawang, Ular Lanang Sapi (Jawa), Ular Tikus.
a. Ciri-ciri :
– Tubuh bagian dorsal berwarna kekuningan, dengan empat garis longitudinal berwarna hitam pada bagian tubuh depan
– Tubuh bagian depan belakang berwarna kuning
– Tubuh bagian ventral berwarna kuning
– Terdapat garis hitam dari mata dan melintang pada bagian belakang kepala
– Panjangnya ± 2000 mm
– Pada saat marah atau merasa terancam akan melipat bagian depan tubuhnya yang memipih seperti huruf S, lalu membuka mulutnya untuk menyerang
b. Habitat : Darat, lading
c. Aktivitas : Diurnal, siang hari
d. Tipe gigi : Aglypha
e. Makanan : Burung dan Tikus
f. Populasi : Sumatera, Jawa, Kalimantan
11.Elaphe flavolineata

N.I. : Common Racer, Ular Kopi (Jawa), Ular puspo brele (Jawa).
a. Ciri-ciri :
– Tubuh bagian dorsal berwarna coklat atau keabu-abuan dengan tanda hitam persegi panjang yang belang dengan putih bagian depan
– Terdapat garis hitam longitudinal pada bagian vertebral (tulang belakang)
– Tubuh bagian belakang berwarna coklat gelap atau hitam
– Tubuh bagian ventral berwarna kuning, coklat atau kehitaman
– Panjangnya ± 2400 mm
– Pada saat marah atau merasa terancam akan melipat bagian depan tubuhnya yang memipih seperti huruf S, lalu membuka mulutnya untuk menyerang
b. Habitat : Darat -lading
c. Aktivitas : Diurnal – siang hari
d. Makanan : Kadal, katak dan burung
e. Populasi : Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Penang
12.Ptyas korros

N.I. : Indian Rat snake, Ular kayu (Jawa), ular koros, ular sayur
a. Ciri-ciri :
– Tubuh bagian atas (dorsal) berwarna coklat atau coklat kehijauan
– Sisik tubuh bagian belakang kuning dengan garis hitam disekeliling tiap sisiknya.
– Tubuh bagian bawah (ventral) berwarna kuning.
– Mata bulat, besar dan hitam.
– Pada yang muda terdapat garis-garis putuh pada bagian tubuh atas (dorsal).
– Panjangnya 300 mm – 1700 mm
b. Habitatnya : Semak-semak, kadang berjemur di atas pohon
c. Tipe gigi : Aghlypa
e. Aktivitas : Diurnal
f. Makanan : Tikus, kodok, katak dan burung
h. Populasi : Sumatera, Jawa, Kalimantan
13.Ptyas mucosus

N.I. : Banded Rat Snake, Bandotan Macan, ular dumung macan (Jawa)
a. Ciri-ciri:
– Tubuh bagian dorsal berwarna coklat kekuningan atau kehijauan (olive)
– Terdapat garis-garis vertical hitam pada begian kepala (bibir) dan belakan
– Tubuh bagian ventral berwarna putih
– Mata bulat, besar,hitam
– Pada yang muda terdapat garis-garis terang pada bagian depan
– Panjang ± 50 mm – 2500 mm
b. Habitat : Darat (semak-semak), persawahan/lading
c. Aktivitas : Diurnal
d. Tipe gigi : Aghlypa
e. Makanan : Tikus, kodok, katak dan burung
f. Populasi : Sumatera, Jawa, Singapore, Malaysia, China Selatan, Siam,Burma,
14.Lycodon aulicus

N.I. : Common House Snake, Wolf Snake, Sowo Emprit (Jawa), ular rumah
a. Ciri-ciri :
– Tubuh berwarna abu abu degan banyak titik – tiktik putih diseluruh tubuh
– Tubuh bagian ventral berwarna putih
– Kepalanya oval dengan leher bergaris putih
– Mata bulat besar
– Panjangnya ± 500 mm – 750mm
b. Habitat : Darat, suka menempel di dinding rumah
c. Aktivitas : Noctural, malam hari
d. Tipe gigi : Aglypha
e. Makanan : Cicak
f. Populasi : Hampir ada di seluruh kepulauan
15.Xenopeltis unicolor

N.I. : Iridescent Earth Snake, Sunbeam Snake, Ular Pelangi, Ular wlingi (jawa)
a. Ciri-ciri :
– Tubuh bagian dorsal berwarna coklat atau kehitaman jika tubuhnya terkena sinar matahari akan memantulkan warna pelangi
– Tubuh bagian ventral berwarna putih
– Kepalanya pipih
– Mata bulat besar
– Panjangnya ± 700 mm – 1000 mm
b. Habitat : Darat, peliang (di dalam tanah)
c. Aktivitas : Noctural, malam hari
d. Tipe gigi : Aglypha
e. Makanan : Ular, cacing, katak, tikus
f. Populasi : Nias, Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Penang
16.Gonyosoma oxycephala

N.I. : Red-tailed Racer, Dak Awu, Gadung Luwuk/Gadung Perak.
a. Ciri-ciri :
– Tubuh berwarna hijau dari kepala batas ekor, untuk yang perak dari leher hingga ujung ekor berwarna perak abu – abu
– Ekor berwarna abu – abu
– Kepala oval
– Mata horizontal, panjangnya ± 2500 mm
b. Habitat : Pepohonan, arboreal
c. Aktivitas : Diurnal, siang hari
d. Makanan : Katak, tikus, burung, telur
e. Populasi : Sumatera, Jawa, Kalimantan
17.Dendrelaphis pictus

N.I. : Painted Bronzeback, Ular Tampar (Jawa), Ular Tali Picis, Ular Lidi
a. Ciri-ciri :
– Tubuh coklat dan ada 2 garis hitam memanjang dari kepala ke ekor
– Bagian bawah terdapat garis kunig memanjang hingga ekor
– Jika marah, muncul bintik putih di leher
– Lidah berwarna merah
– Kepala oval
– Mata horizontal, panjangnya ± 1000 mm
b. Habitat : Pepohonan, arboreal
c. Aktivitas : Diurnal, siang hari
d. Makanan : Katak, tikus, belalang, cicak, jangkrik
e. Populasi : Sumatera, Jawa, Kalimantan, sulawesi, papua
f. Type bisa : Jika menggigit manusia tidak berbahaya, tetapi racun nya sangat mematikan untuk sesama ular.
18.Xenocrophis piscator

N.I. : Chequered Keelback, Bandotan Tutul dan Bandotan Tunggal (Jawa)
a. Ciri-ciri :
– Tubuh bagian dorsal berwarna kuning atau coklat kehijauan (olive) dengan tanda hitam berbentuk S berwarna hitam pada sepanjang tubuhnya atau garis-garis longitudinal
– Tubuh bagian ventral putih dan terdapat garis hitam pada tiap sisiknya
– Terdapat garis hitam pada bagian belakang mata
– Mata bulat besar
– Bila marah ular ini akna memipihkan tubuhnya ketanah
– Panjangnya ± 1100 mm – 1200 mm
b. Habitat : ½ perarian, dekat kolam, sungai, sawah
c. Aktivitas : Diurnal
d. Tipe gigi : Aglypha
e. Makanan : Katak dan ikan
f. Populasi : Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Penang
Tidak ada komentar
Posting Komentar